Minggu, 13 Juli 2008


Liga Super Indonesia 2008














logomacan.jpg

Jadwal Liga Super Indonesia 2008

(Putaran I)

<><><>

Waktu

Pertandingan

Tempat

Keterangan

Skor

Senin, 14/7/08

Persitara vs Persija

Std Lebak Bulus, JakartaAway
Senin, 21/7/08Persib vs PersijaStd. Siliwangi, BandungAway

Minggu, 27/7/08

Persija vs PersitaStd. Gelora Bung Karno, Jakarta
Home

Sabtu, 2/8/08

Persija vs PersijapStd. Gelora Bung Karno, JakartaHome

Selasa, 5/8/08

PSMS vs Persija
JakartaAway


Minggu, 10/8/08

Sriwijaya FC vs Persija
Std. Jakabaring, Palembang
Away

Sabtu, 16/8/08

Persija vs Pelita Jaya
Std. Gelora Bung Karno, JakartaHome
Minggu, 24/8/08Persija vs PSIS
Std. Gelora Bung Karno, JakartaHome
Minggu, 14/9/08PSM vs PersijaStd. Mattoangin, Makassar Away
Sabtu, 20/9/08Deltras vs PersijaStd. Delta, Sidoardjo
Away

Selasa, 23/9/08

Persija vs Arema

Std. Gelora Bung Karno, Jakarta

Home


Sabtu, 27/9/08Persija vs PersikStd. Gelora Bung Karno, JakartaHome
Jum'at, 24/10/08Persiwa vs PersijaStd. WamenaAway
Jum'at, 31/10/08Persipura vs PersijaStd. Jayapura
Away
Selasa, 4/11/08Persija vs PersibaStd. Gelora Bung Karno, JakartaHome
Senin, 10/11/08Persija vs PKTStd. Gelora Bung Karno, JakartaHome
Minggu, 16/11/08Persela vs PersijaStd. Surajaya, Lamongan
Away

Keterangan :

  • Untuk Partai tandang, The Jakmania akan hadir dikota-kota pilihan yang telah disepakati bersama.
  • Jadwal sementara hanya Putaran I, Karena kebiasaan Jadwal Ligina selalu berubah.
  • 2 Desember 2008 - 1 Januari 2009, Libur Kompetisi putaran pertama, transfer window kedua dibuka

Buktikan Oren-Mu, dukung Persija Sampe Mati...Persija Kamu Tak Akan Pernah Sendiri...




di ambil dari :
www.jakmania.org

Kamis, 05 Juni 2008

Rabu, 28 Mei 2008

sahabat sejati ..

apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan
dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan
mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi
persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan
bertumbuh bersama karenanya…

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi
membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkanbesi,
demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan
diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,
diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,
namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan
dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan
untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya
ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman,
tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan
dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha
pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita
membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi
mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih
dari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikan
dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya,
karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati,
namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.
Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun
ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Beberapa hal seringkali menjadi penghancur
persahabatan antara lain :
1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)
2. Ketidakterbukaan
3. Kehilangan kepercayaan
4. Perubahan perasaan antar lawan jenis
5. Ketidaksetiaan.
Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan
oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.

Renungkan :
**Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri
“Dalam masa kejayaan, teman2 mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman2 kita.”**

Minggu, 04 Mei 2008

situs porno di kalangan remaja ???


GAMBAR sensual dan adegan porno, wah sekarang bisa diakses dengan mudah lewat puluhan situs di internet. Bandung lautan asmara, Medan lautan asmara, adegan mesum siswa SMA Kendal, dan lainnya, pastinya kamukamu penasaran. Ingat, itu boleh dilirik, tapi jangan keterusan - buat sekadar tahu saja. situs itu.

YAP, memang kemajuan teknologi nggak bisa dibendung. Situs porno yang ada di internet bahkan dengan mudah disebar, juga ke HP kamu. Banyak teman kamu yang bilang, membuka situs porno, sebagai hiburan saja dan bisa membuat senang.

Ya sih, di situs itu terpampang jelas berbagai informasi terkait dunia orang dewasa. Ironisnya, hampir 90 persen yang muncul adalah perempuan bertubuh molek, yang dengan santainya menunjukkan berbagai titik vital kewanitaan mereka. He he, tertarik ya.

Mulai dari penampilan syur wanita dari berbagai belahan dunia, hingga penawaran produk-produk berbau seks. Khusus situs yang dibuat ‘orang-orang pintar’ dalam negeri, coba menyuguhkan sesuatu yang kerap membuat miris. Bagaimana tidak. Yang tampil dalam situs itu gambar yang diperankan, kawanmu - remaja SMA hingga Perguruan Tinggi (PT).

Yang mengerikan lagi, perempuan belasan tahun ini ada yang sengaja masih berbalut seragam sekolah. Yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan di masyarakat kita adalah adegan syur remaja ingusan, lengkap dengan seragam sekolah, yang direkam dalam sebuah telepon genggam.

Eit, tapi masih banyak juga teman kamu yang berpendapat, nggak tertarik. Karena toh, bakal ada waktunya, setelah nikah nanti.

Memang, seks juga nggak bisa dipandang lagi sebagai sisi tabu. Toh kamu-kamu sudah dapatin itu di pelajaran biologi, meski memang pendidikan seks di Indonesia masih kurang. Tapi yang kudu kamu tahu, kalau kamu sesat, bahaya bisa mengancam. Hamil di usia muda, penyakit akibat coitus dengan banyak pasangan, dan ihh ngeri kalau sampai terkena virus HIV/AIDS.

Menyimpang
Sekadar tahu, pada awalnya, pengadaan internet pertama kali untuk melengkapi vasilitas militer tentara Amerika, di Pentagon. Berjalannya waktu, penggunaan internet bukan hanya dilakukan kalangan militer saja. Masyarakat sipil pun, akhirnya dapat menggakses dunia maya ini dengan mudah. Bukan hanya kalangan orang dewasa, remaja belasan tahun pun mudah menjangkaunya.

Khusus di kalangan remaja, jika mau jujur, adanya internet bisa dikatakan sudah keluar dari jalur pemanfaatannya semula. Yakni, membuat jaringan komunikasi global (global communication) di berbagai belahan dunia, dalam waktu yang singkat dengan biaya murah.

Tujuan itu, ternyata melenceng jauh sejak adanya ‘iming-iming’ berbagai situs yang menawarkan sebuah informasi berbauh seks. Cukup mudah, mengakses ribuan situs tadi. Bukan hanya situs berasal dari luar negeri, tapi juga situs yang dibuat dari dalam negeri alis ala Indonesia pun, ada. ”Bisa jadi saat mentrasfer film pribadi dari hp ke komputer lupa menghapusnya file. Sehingga, dengan mudah file tadi diakses oleh orang lain,” ungkap Fitri Yanti (20), remaja asal Gombel Permai Barat I. Hal senada dilontarkan Tito (21). Menurutnya, penggunaan internet sekarang salah kaprah.

”Sayang sekali, internet yang seharusnya bisa untuk menambah ilmu pengetahuan, ternyata digunakan untuk mencari hal-hal yang tidak bermanfaat,” ungkap Cowok hitam manis, yang gabung dengan band dan kerap manggung dari kafe ke kafe itu. Di Kota Semarang saja, akses internet, dengan mudah dijangkau, meskipun seseorang tidak memiliki perangkat komputer pribadi di rumah.

Warung internet (warnet), cara gampang membuka berbagai situs yang diinginkan. Parahnya lagi, situs yang lebih sering dicari dan membuat remaja ketagihan, ibarat orang yang kencanduan, adalah situs porno. Lihat saja, nggak mau banyak teman kamu yang sengaja duduk berjam-jam hanya di depan komputer buat melototin gambar cewek telanjang. ”Penasaran dan rasa keingintahuan yang besar, membuat remaja seumur saya ingin sekali membuka situs porno tadi,” tambah Tito, yang ngaku pernah juga membuka

Mudah banget
Pakar telematika, KRMT Roy Suryo mengatakan, adegan mesum di internet memang mudah diperoleh. Dengan mudahnya, server disebar nggak ada yang bertanggung jawab.

‘’Bahkan untuk menginstal foto-foto di HP, nggak butuh waktu lama. Makanya, banyak gambar porno yang semula buat konsumsi pribadi, jadi tontonan publik. Ingat kasus Maria Eva dan Yahya Zaini, kan? Seks dan teknologi memang menarik,’’ katanya. Emang sih, menurutnya, ini memunculkan keprihatinan. Tapi, tambah dilarang - remaja bakal tambah pingin.

Hingga akhirnya, muncul stigma kalau seseorang bisa tampil di internet dan diakses jutaan pasang mata dengan pose menantang, bahkan sengaja menampilkan adegan-adegan syur, sebuah kebanggan tersendiri. Ironisnya, hal ini banyak dilakukan oleh remajaremaja putri yang beranggapan, hal itu sudah biasa. Termasuk aborsi, ihh ngeri juga ya.

Dari sudut pandang pakar Psikologi ML Oetomo, ini terjadi karena tidak terbendungnnya keinginan seksualitas seseorang, tapi di sisi lain takut akibat kehamilan yang ditimbulkan, menjadi sebuah cerminan tanggungjawab seks yang rendah.

Beberapa bentuk penghindaran tanggungjawab itu diantaranya dapat berupa aborsi atau membuang orok bayi. Sementara, di lihat dari kasuskasus pembuangan bayi yang dilakukan remaja selama ini, menurutnya, bisa jadi karena tekanan kehidupan, serta belum siap akan tanggungjawab mengikat diri dalam sebuah perkawinan.

Ia menegaskan, kebutuhan seks merupakan kebutuhan pertama. Akan berdampak buruk lagi, jika kebutuhan itu pada akhirnya tidak tercukupi, layaknya kebutuhan sandang dan pangan. Kesimpulannya, apa yang terjadi saat ini, merupakan sebuah perubahan sosial yang sangat komplek.

Menyikapinya, ortu dan guru sudah saatnya mendampingi gerak gerik remaja. Buat kamu, cukuplah kalau situs itu dilirik saja, nggak bagus kalau keterusan and diikuti. Kamu mendingan banyak berkarya, toh masa muda kamu nggak bakal balik lagi. Nggak lucu kan, kalau disia-siain, oke Pandu oF Jak/dpk

waktunya kita memelih !!!

VS


menurut anda siiapa yang akan mejadi president R.I di taon depan ??
apakah saya yang akan menggantikan S.B.Y??
tunggu problem ini d acara kami .


sekolah adalah tempat berekspresi !


Waktu aku masih masih ingusan dan belum bisa kencing sendiri, ibu sudah mengajakku untuk masuk sekolah. Disana ketemu dengan beberapa orang yang bilang padaku kalau mereka adalah guru. Aku diberi banyak mainan. Katanya, aku boleh melakukan apa saja. Di kelas ada tumpukan mainan. Ada kertas bergambar, ada kereta api yang persis seperti yang kupunya dan ada perangkat milik ayah yang dinamai komputer. Guru itu yang menemaniku dari pagi hingga sore. Acara kami jalan-jalan, lalu makan, lalu tidur, lalu mandi, lalu pulang. Ibu guru selalu bercerita yang itu-itu saja. Mula-mula menarik, tapi lama kelamaan aku jadi bosan.

Tiap aku bilang, ?ibuk aku bosan sekolah! Serta merta ibu lalu ayah terus kakak-kakakku menyemprotku dengan kemarahan yang meluap-luap. ?tahu nggak sekolah itu penting. Ayah bisa seperti sekarang ini karena sekolah. Kakakmu yang di luar negeri juga bisa sukses karena sekolah. Berapapun mahal sekolahmu tetap ayah akan ongkosi. Karena apa? Karena sekolah itu penting. Ingat, penting, penting dan penting!! Memang sekolah itu membosankan. Ayah kerja juga bosan. Ibumu ngasuh kamu apa tidak bosan? Jadi jangan sekali-kali malas berangkat sekolah. Kamu harus sekolah! Ingat, harus sekolah!! Itulah yang diucapkan berulang-ulang oleh ayahku. Perkataan yang membuat aku sering menyamakan ayah dengan seorang serdadu.

Kemauan ibu dan ayahku untuk menyekolahkanku begitu besar. Sewaktu aku mampu mengeja angka dengan riang ibu mengumumkannya ke semua tamu. Aku selalu duduk diatas pangkuanya kemudian ibu memintaku untuk mengeja angka dari 1-10. Lalu sewaktu aku bisa menjadi juara harapan untuk lomba lukis, ayah memamerkan karyaku ke semua teman kantornya. Dengan antusias ayahku akan mengatakan, kalau aku anak cerdas yang kelak akan menjadi pelukis besar. Besoknya tiap minggu aku diajak oleh ayah untuk ikut les melukis. Kemudian ibu mendatangkan seorang guru matematika yang mengajariku angka perkalian dan pembagian. Semua pelajaran yang belum diajarkan di sekolah lebih dulu dilatihkan di rumah. Lama-lama aku tidak bisa membedakan antara sekolah dengan rumah.

Ternyata aku tidak bernasib sendirian. Temanku yang bernama Dino juga memperoleh pengalaman serupa. Ia dilatih dari mulai renang, bahasa, komputer, balet, piano dll. Sering kulihat Dino menangis karena kecapekan dengan kegiatannya. Ayahnya hanya bilang, ingat pribahasa: bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Ibuku juga bilang padaku untuk meniru sikap Dino. ?Lihat dino itu anak pintar, mau les apa saja. Ibu yakin besok Dino itu akan sukses, tidak sepertimu! Ini yang ingin kubilang kesukaan ibu lainnya, senang memperbandingkan. Dulu kakakku dibanding-bandingkan dengan putera paman yang sekolah di luar negeri. Sepertinya kedua orang-tuaku belum puas kalau melihat anak-anaknya tidak sehebat anak tetangga sebelah.

Itu sebabnya aku sejak kecil di-sekolahkan di tempat yang katanya unggulan. Disana sekolah bisa berawal dari pagi hari dan berakhir ketika matahari ingin tenggelam. Aku berangkat bersamaan dengan kakak yang bekerja di Bank dan pulang hampir bersamaan waktunya. Aku persis seperti pegawai yang menimba ilmu. Tapi ibu dan ayah selalu saja katakan padaku: ?ayah dulu sekolah harus jalan kaki dan tidak pakai buku. Kalau terlambat bisa-bisa ayah dipukul!, biasanya ibu kemudian memberi tambahan komentar yang lebih seram: ?ibumu dulu sekolah sambil jualan dan sering diejek-ejek, karena tidak punya sepatu! Ringkasnya, pengalamanku sekolah yang menyakitkan tidak seberapa beratnya dibanding dengan apa yang pernah ayah-ibuku alami. Yang pingin aku tanya tapi selalu urung aku ungkapkan; apa ibu dan ayahku tidak bosan dengan pengalaman sekolah yang menyakitkan itu?

Kadangkala tak pernah jelas, siapa yang sebenarnya sekolah. Ibu-bapakku atau aku sendiri. Ibuku paling malu jika aku tiba-tiba tak bisa menyebut huruf atau angka secara benar. Ibu dengan bergegas akan menggulung baju lalu menjewerku kalau ketahuan aku dapat nilai buruk. Ayahku sikapnya sama. Dengan ringan tangan diambil bambu kecil untuk menyabet pantatku kalau aku tidak masuk 10 besar. Pendeknya aku tidak boleh tampak tolol apalagi bodoh selama sekolah. ?Kurang apa ibu memberimu fasilitas. Sudah ibu les-kan kamu tiap sore. Ibu tidak ragu untuk mendatangkan guru-guru terbaik ke rumah. Kok kamu masih saja dapat nilai buruk. Kamu ini gimana sikh? Di rumah aku disuruh-suruh dan di sekolah aku dijemput oleh pengalaman buruk.

Yang buruk dan menyakitkan dari sekolah diantaranya adalah larangan untuk melakukan apa yang kita sukai. Aku suka sekali mengunyah permen kalau ibu guru sedang ngomong. Aku suka kalau masuk sekolah tidak terlalu pagi. Aku senang kalau sekolah itu bisa pakai baju bebas, tidak ber-seragam. Dan yang kusukai kalau sekolah memperbolehkan kita keluar kelas seandaianya kita merasa bosan. Tapi tindakan-tindakan itulah yang dilarang oleh sekolah. Yang menyenangkan dilarang dan yang membosankan tambah menjadi perintah. Seperti harus diam kalau guru sedang mengajar. Diam menurut ilmu sekolah sama seperti robot. Jangan suka ketawa terbahak-bahak atau jangan meluapkan kemarahan seenaknya. Ringkasnya, sekolah tempat terbaik untuk mereka yang tidak suka bergerak. Dan aku bukan-lah robot!

Selain larangan, sekolah juga suka sekali memberi perintah. Ada pekerjaan rumah yang ditumpuk-tumpuk tiap hari. Yang menyebalkan setiap perintah tak pernah diberitahukan alasanya secara jelas. Dan guru di sekolah tak pernah minta pendapat kami perlu-tidaknya tugas itu diberikan. Sebab tak jarang tugas yang diberikan tidak masuk akal. Pernah ibu guru memintaku untuk menulis berulang-ulang huruf atau menghapal berkali-kali sebuah kata. Tak tahu apa istimewanya tugas ini, selain membuat ibu guru jadi kelihatan tambah sibuk! Makin berat dan sulit sebuah tugas sepertinya ibu guru makin girang. Jadi di sekolah aku berkenalan dengan tugas-tugas yang diberikan tanpa meminta pertimbanganku lebih dulu.

Di sekolah aku tidak boleh gagal apalagi dibilang bodoh. Semua murid harus bisa. Murid diurutkan berdasar atas kecerdasan. Temanku namanya Gagas selalu menjadi anak pintar. Ibuku minta agar aku mencontoh prestasinya. Aku selalu bilang: ?gagas sama aku lain ibuk! Ia suka matematika tapi aku suka menyanyi. Ia tidak suka main bola sedang aku senang sekali. Kami itu berbeda ibuk! Pernyataanku seperti ini tak bisa ibu terima dan kami selalu mengakhiri perdebatan dengan keributan. Padahal aku juga sering diberitahu Gagas, kalau jadi anak pintar tak selalu menyenangkan. Ia sama sepertiku harus belajar, belajar dan belajar. Kalau kalian pintar nanti akan sukses, begitu guru di kelas selalu nasehatkan kami. Sekolah tak mau menerima anak gagal. Di sekolahan, semua anak harus pintar.

Di sekolah aku sering dibohongi. Kata guruku kalau kita bekerja keras nanti akan berhasil. Kalau kita berhemat niscaya kita akan kaya. Itu tak berlaku untuk ayah dan ibuku. Aku tak tahu apa kerja ayah. Berangkat siang hari dan kadang pulang malam atau pagi. Tapi ayahku selalu punya uang. Ibu, ayah dan kakak-kakakku tak pernah berhemat. Ibuku suka sekali belanja barang. Tiap hari ada saja barang yang dibeli. Kemudian ayahku tergolong orang yang gemar berganti-ganti mobil. Kami semua keluarga yang tak pernah kehabisan uang meski kami juga tak pernah menabung. Ayah juga tiap pulang kerja baunya masih harum. Jika kerja keras diukur dengan keringat. Jika kerja keras dilihat dari kerutan kening atau banyaknya waktu maka itu semua tak berlaku bagi ayahku. Makanya aku sering membantah petuah yang diulang-ulang oleh guruku.

Yang tidak menyenangkan dari sekolah adalah sikap guru yang selalu merasa benar. Guruku tak mau dibantah kalau ia salah. Tiap kali aku membenarkan pernyataan guru selalu aku dapat teguran. Dari mulai berdiri di depan kelas hingga komentar, ?jangan sok pintar ya! Yang menyebalkan kalau guru mewajibkan kami di kelas membeli buku. Promosi guruku tentang buku kadang keterlaluan, bahkan ada pula yang mengancam kalau tidak membeli nilainya akan jatuh.? Guru di sekolahku ada yang menyenangkan tapi jumlahnya sangat sedikit. Banyak yang menyebalkan dan itu membuat sekolah jadi perkara yang menjengkelkan. Aku tak suka orang yang keliru tapi ndak mau dibenarkan. Di sekolah yang diajarkan pokoknya patuh dan taat pada semua perintah guru. Walaupun perintah itu keliru dan sesat.

Tapi anak sebayaku ternyata ada yang tidak sekolah. Di perempatan jalan sering kulihat mereka mengemis dan mengamen. Ibuku hanya bilang, ?itu lihat kasian. Segede itu belum sekolah. Beruntung kamu bisa sekolah. Makanya yang pintar sekolah, kalau bodoh kamu bisa bernasib seperti mereka? Apa benar mereka tidak bisa sekolah karena bodoh? Apa benar anak mengemis karena malas? Ayahku malah melempar tuduhan yang lebih sadis, ?mereka itu sengaja dibisniskan? Aku kadang sebal dengan orang tua yang sering melempar tuduhan seenaknya dan bikin komentar hanya untuk alasan tidak membantu. Apapun yang terjadi, tapi yang jelas, mereka punya hak sekolah sama sepertiku.

Jadi tahu kenapa aku tidak suka sekolah? Selain pelajaran yang kurang membuatku antusias juga karena sekolah tidak bisa menampung semua anak seusiaku. Jika benar sekolah itu penting mengapa kita tidak membuat pendidikan ini bisa diperoleh oleh semua anak. Andaikan benar sekolah itu akan mendidik anak jadi pintar kenapa tidak mengajak anak untuk terlibat? Terlibat segalanya, dari ngurus materi hingga bagaimana usulan tentang metode. Aku yakin kalau sekolah itu tidak hanya berisi larangan dan perintah, pastilah sekolah menjadi tempat yang menyenangkan. Sungguh!

Rabu, 23 April 2008

The Big Match






INDONESIA VS YAMAN

akhirnya timnas indonesia menang dengan skor 0-1 .
di cetak oleh bambang pamungkas !!!
bambang pamungkas (persija)