GAMBAR sensual dan adegan porno, wah sekarang bisa diakses dengan mudah lewat puluhan situs di internet. Bandung lautan asmara, Medan lautan asmara, adegan mesum siswa SMA Kendal, dan lainnya, pastinya kamukamu penasaran. Ingat, itu boleh dilirik, tapi jangan keterusan - buat sekadar tahu saja. situs itu.
Ya sih, di situs itu terpampang jelas berbagai informasi terkait dunia orang dewasa. Ironisnya, hampir 90 persen yang muncul adalah perempuan bertubuh molek, yang dengan santainya menunjukkan berbagai titik vital kewanitaan mereka. He he, tertarik ya.
Mulai dari penampilan syur wanita dari berbagai belahan dunia, hingga penawaran produk-produk berbau seks. Khusus situs yang dibuat ‘orang-orang pintar’ dalam negeri, coba menyuguhkan sesuatu yang kerap membuat miris. Bagaimana tidak. Yang tampil dalam situs itu gambar yang diperankan, kawanmu - remaja SMA hingga Perguruan Tinggi (PT).
Yang mengerikan lagi, perempuan belasan tahun ini ada yang sengaja masih berbalut seragam sekolah. Yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan di masyarakat kita adalah adegan syur remaja ingusan, lengkap dengan seragam sekolah, yang direkam dalam sebuah telepon genggam.
Eit, tapi masih banyak juga teman kamu yang berpendapat, nggak tertarik. Karena toh, bakal ada waktunya, setelah nikah nanti.
Memang, seks juga nggak bisa dipandang lagi sebagai sisi tabu. Toh kamu-kamu sudah dapatin itu di pelajaran biologi, meski memang pendidikan seks di Indonesia masih kurang. Tapi yang kudu kamu tahu, kalau kamu sesat, bahaya bisa mengancam. Hamil di usia muda, penyakit akibat coitus dengan banyak pasangan, dan ihh ngeri kalau sampai terkena virus HIV/AIDS.
Menyimpang
Sekadar tahu, pada awalnya, pengadaan internet pertama kali untuk melengkapi vasilitas militer tentara Amerika, di Pentagon. Berjalannya waktu, penggunaan internet bukan hanya dilakukan kalangan militer saja. Masyarakat sipil pun, akhirnya dapat menggakses dunia maya ini dengan mudah. Bukan hanya kalangan orang dewasa, remaja belasan tahun pun mudah menjangkaunya.
Khusus di kalangan remaja, jika mau jujur, adanya internet bisa dikatakan sudah keluar dari jalur pemanfaatannya semula. Yakni, membuat jaringan komunikasi global (global communication) di berbagai belahan dunia, dalam waktu yang singkat dengan biaya murah.
Tujuan itu, ternyata melenceng jauh sejak adanya ‘iming-iming’ berbagai situs yang menawarkan sebuah informasi berbauh seks. Cukup mudah, mengakses ribuan situs tadi. Bukan hanya situs berasal dari luar negeri, tapi juga situs yang dibuat dari dalam negeri alis ala Indonesia pun, ada. ”Bisa jadi saat mentrasfer film pribadi dari hp ke komputer lupa menghapusnya file. Sehingga, dengan mudah file tadi diakses oleh orang lain,” ungkap Fitri Yanti (20), remaja asal Gombel Permai Barat I. Hal senada dilontarkan Tito (21). Menurutnya, penggunaan internet sekarang salah kaprah.
”Sayang sekali, internet yang seharusnya bisa untuk menambah ilmu pengetahuan, ternyata digunakan untuk mencari hal-hal yang tidak bermanfaat,” ungkap Cowok hitam manis, yang gabung dengan band dan kerap manggung dari kafe ke kafe itu. Di Kota Semarang saja, akses internet, dengan mudah dijangkau, meskipun seseorang tidak memiliki perangkat komputer pribadi di rumah.
Warung internet (warnet), cara gampang membuka berbagai situs yang diinginkan. Parahnya lagi, situs yang lebih sering dicari dan membuat remaja ketagihan, ibarat orang yang kencanduan, adalah situs porno. Lihat saja, nggak mau banyak teman kamu yang sengaja duduk berjam-jam hanya di depan komputer buat melototin gambar cewek telanjang. ”Penasaran dan rasa keingintahuan yang besar, membuat remaja seumur saya ingin sekali membuka situs porno tadi,” tambah Tito, yang ngaku pernah juga membuka
Mudah banget
Pakar telematika, KRMT Roy Suryo mengatakan, adegan mesum di internet memang mudah diperoleh. Dengan mudahnya, server disebar nggak ada yang bertanggung jawab.
‘’Bahkan untuk menginstal foto-foto di HP, nggak butuh waktu lama. Makanya, banyak gambar porno yang semula buat konsumsi pribadi, jadi tontonan publik. Ingat kasus Maria Eva dan Yahya Zaini, kan? Seks dan teknologi memang menarik,’’ katanya. Emang sih, menurutnya, ini memunculkan keprihatinan. Tapi, tambah dilarang - remaja bakal tambah pingin.
Hingga akhirnya, muncul stigma kalau seseorang bisa tampil di internet dan diakses jutaan pasang mata dengan pose menantang, bahkan sengaja menampilkan adegan-adegan syur, sebuah kebanggan tersendiri. Ironisnya, hal ini banyak dilakukan oleh remajaremaja putri yang beranggapan, hal itu sudah biasa. Termasuk aborsi, ihh ngeri juga ya.
Dari sudut pandang pakar Psikologi ML Oetomo, ini terjadi karena tidak terbendungnnya keinginan seksualitas seseorang, tapi di sisi lain takut akibat kehamilan yang ditimbulkan, menjadi sebuah cerminan tanggungjawab seks yang rendah.
Beberapa bentuk penghindaran tanggungjawab itu diantaranya dapat berupa aborsi atau membuang orok bayi. Sementara, di lihat dari kasuskasus pembuangan bayi yang dilakukan remaja selama ini, menurutnya, bisa jadi karena tekanan kehidupan, serta belum siap akan tanggungjawab mengikat diri dalam sebuah perkawinan.
Ia menegaskan, kebutuhan seks merupakan kebutuhan pertama. Akan berdampak buruk lagi, jika kebutuhan itu pada akhirnya tidak tercukupi, layaknya kebutuhan sandang dan pangan. Kesimpulannya, apa yang terjadi saat ini, merupakan sebuah perubahan sosial yang sangat komplek.



2 komentar:
haha,,porno skrng udh merebak luas!! apakah kita sndri yg akan kena getahnya?? bozz..bagus jg. tp seandainya kita lbh memandang porno itu study..smuanya jg gk akan kyk bgini.. bozz..blzz k e-mail gw..
ah , knp situs istimewa itu harus di blokir\/pemerintah ky ga pernah muda aja
Posting Komentar